Penulis: Latar Online

Oleh Mellin Herlina (Mahasiswa ISIF Cirebon) Refleksi film Avatar: Fire And Ash, film ini tentang Jake Sully yang berperilaku baik terhadap perempuan dan istri yang bernama Neytiri. Hal ini bisa dikaitkan dengan hadist atau ayat Al-Quran dan buku Membina Keluarga Bahagia. Bukan sekedar hero, belajar maskulinitas positif dan cara menghargai perempuan dari Jake Sully. Kedudukannya sebagai pemimpin yang mengharuskan dirinya bertindak cermat dan bijak, serta berdampak. Jake Sully justru menjadi sorotan para penonton akan relasi yang dibangun pada keluarga kecilnya. Stereotip tokoh pahlawan laki-laki yang biasanya arogan dan merasa paling tahu segalanya, kini dipatahkan oleh sikap nyata yang dilakukan oleh…

Read More

MENAGIH JANJI Di tengah hiruk pikuk perkotaan Diiringi gemerlap cahaya sinar lentera malam Terlihat sekumpulan orang berbusana rapi Berlarian masuk ke sebuah istana Tergopoh-gopoh mereka berlari Seolah menghindar dari para penagih janji Yang datang dengan hati nurani Menagih janji yang diobral oleh para tikus berdasi Omon-omon janji manis tikus berdasi Demi kesejahteraan rakyat Demi ketahanan pangan Semuanya hanya bualan semata Membalut kepentingan dengan kebijakan Program stratgeis berkedok proyek oligarki Katanya mensejahterakan rakyat Nyatanya menyengsarakan rakyat Gelombang perlawanan organik bermunculan Nurani yang semula terlelap kini telah bangkit Efek opium tak akan mempan lagi Rakyat sudah muak dengan segala janji Untuk para…

Read More

ISIF Cirebon – Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) untuk mahasiswa baru dengan tema “Merajut Keadilan dan Kesetaraan dengan Transformasi Nilai-nilai Kebudayaan” di Auditorium Aula Affandi Mochtar hari ini, Sabtu 21 September 2024 . Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ISIF Cirebon merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa baru. Hal ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024 tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 21-23 September 2024 ini diikuti oleh puluhan mahasiswa baru…

Read More

Najwatul Fadillah (Mahasiswa ISIF Cirebon) Pisang goreng buatan bunda mengepulkan uap manis di atas piring. Aku dan bapak duduk di beranda rumah beralas tikar anyaman bambu dengan secangkir teh manis hangat dan kopi pahit untuk bapak. “Pak, ada cerita apa buat hari ini?” tanyaku, karena bapak biasanya suka bercerita banyak hal. Termasuk dongeng dengan penuh petuah yang sangat aku sukai. “Kau ingin cerita yang mana?” sambil menggigit pisang goreng yang hangat, bapak melirikku. “Yang mana saja.” Bapak terkekeh setelah menelan kunyahan terakhir. Sambil menatap cahaya pagi yang mulai membias di langit biru sana. Aku menatap wajahnya dari samping. Nampak tampan…

Read More

Oleh Masumi Alfikri (DEMA ISIF Cirebon) ISIF Cirebon — Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Studi Islam Fahmina (DEMA ISIF) berkolaborasi dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ISIF menggelar nonton bersama Film Pesta Babi di halaman kampus ISIF, pada Sabtu Malam, 25 April 2026. Kegiatan nonton bareng ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, meliputi mahasiswa, akademisi, perwakilan organisasi, serta santri yang memberikan ragam refleksi terkait film tersebut. Film dokumenter berdurasi sekitar 90 menit tersebut disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Dale, yang mengangkat realitas sosial masyarakat Papua, khususnya terkait isu tanah adat, konflik sumber daya alam, serta dinamika pembangunan dan lingkungan.…

Read More

Oleh Alfiyah Salsabila (Mahasiswa ISIF Cirebon) Setiap manusia, pada satu titik dalam hidupnya, akan bertanya tentang makna keberadaan: Siapa aku? Untuk apa aku hidup? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang menjadi inti dari novel Solilokui karya Nana Sastrawan. Melalui narasi yang penuh monolog batin, novel ini menawarkan eksplorasi mendalam tentang krisis identitas dan keterasingan dalam kehidupan manusia modern. Mengusung gaya penulisan puitis dan simbolis, Solilokui mengajak pembaca menyelami perjalanan mental seorang individu yang terjebak di antara realitas dan imajinasi. Solilokui bercerita tentang seorang tokoh utama yang namanya tidak disebutkan, yang mengalami pergolakan batin luar biasa. Dia terperangkap dalam dialog internal yang terus-menerus…

Read More

Oleh Tasnim Qiy (Mahasiswa ISIF Cirebon) Aku Merindukan Wajahmu Aku merindukan wajahmu seperti halnya putik bungur Menanti datangnya pagi. Di pematang aku memetik kecapi Ketika burung-burung berkicau bersama hangat matahari Siang bergerak menapaki gunung yang memanjang ke barat Aku mengenangkan wajahmu seperti halnya bunga kemboja Rindu pada gundukan tanah. Bukankah cinta dan kematian Ibarat saudara kembar? Sebelum rembang petang menutup Rumbai-rumbai kabut mengambang di atas perkebunan teh Kadang aku melukiskan wajahmu seperti halnya bulir embun Memberikan tekstur pada daun. Aku menyusuri ladang tomat Membayangkan segala kesegaran di bumi adalah rona pipimu Kadang aku melupakan wajahmu seperti halnya kelelawar Memilih pohon…

Read More