Close Menu
LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Postingan Terbaru

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 2026

    Kumpulan Puisi Hasmi Rosyadi

    Oktober 10, 2026

    Orang Beriman Harus Kaya

    Oktober 10, 2026
    Facebook Instagram YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    • Beranda
    • Berita
    • Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • Artikel
    • Resensi
      • Buku
      • Film
    • Suara Mahasiswa
    • Profil Redaksi
    • Pengiriman Naskah
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Home»Artikel»Analisis Puisi Aku Merindukan Wajahmu Karya Acep Zamzam Noor
    Artikel

    Analisis Puisi Aku Merindukan Wajahmu Karya Acep Zamzam Noor

    Latar OnlineBy Latar OnlineJuni 6, 2026Updated:Juni 25, 202604 Mins Read24 Views
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Oleh Tasnim Qiy

    (Mahasiswa ISIF Cirebon)

    Aku Merindukan Wajahmu

    Aku merindukan wajahmu seperti halnya putik bungur
    Menanti datangnya pagi. Di pematang aku memetik kecapi
    Ketika burung-burung berkicau bersama hangat matahari
    Siang bergerak menapaki gunung yang memanjang ke barat

    Aku mengenangkan wajahmu seperti halnya bunga kemboja
    Rindu pada gundukan tanah. Bukankah cinta dan kematian
    Ibarat saudara kembar? Sebelum rembang petang menutup
    Rumbai-rumbai kabut mengambang di atas perkebunan teh

    Kadang aku melukiskan wajahmu seperti halnya bulir embun
    Memberikan tekstur pada daun. Aku menyusuri ladang tomat
    Membayangkan segala kesegaran di bumi adalah rona pipimu

    Kadang aku melupakan wajahmu seperti halnya kelelawar
    Memilih pohon besar. Berbulan-bulan sembunyi di kuburan
    Sambil merumuskan bahwa aku sesungguhnya kembaranmu

    Puisi “Aku Merindukan Wajahmu’’ karya Acep Zamzam Noor merupakan karya sastra yang memiliki makna cukup mendalam. Dilihat dari struktur dan gaya bahasa yang digunakan, Acep menggunakan perbandingan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata penghubung atau sering disebut metafora. Salah satu contohnya pada paragraf pertama puisi tersebut; aku merindukan wajahmu/seperti halnya putik bungur menanti datangnya pagi. Di sini dijelaskan bahwa ‘’putik bungur’’ menanti datangnya pagi, seperti halnya menyampaikan kerinduan yang dinanti-nanti. Penulisan puisi tersebut menciptakan bayang-bayang atau imajinasi pembaca yang kuat dan mampu menciptakan perasaan rindu yang dialami secara indah.

    Puisi karya Acep Zamzam Noor ini mampu menciptakan rindu yang indah dengan melibatkan berbagai macam unsur atau komponen pada alam. Seperti burung-burung berkicau bersama hangat matahari yang menggambarkan suasana pagi hari yang sangat cerah. Rindu pada gundukan tanah/ rumbai-rumbai kabut mengambang di atas perkebunan teh dan bulir embun. Dengan demikian Acep sangat detail menggambarkan makna rindu dalam puisi tersebut secara mendalam dan kompleks.

    Dalam puisi ini sangat jelas mengandung makna kerinduan karena dilihat dari judul puisinya sendiri. Walupun tidak jarang makna antara judul dengan isi puisi terdapat perbedaan. Namun dalam puisi ini selaras antara judul dan isinya. Yaitu tentang kerinduan yang disampaikan tidak hanya bersifat emosional saja, tetapi juga filosofis yang menghubungkan antara cinta, kehidupan, dan kematian.

    Secara emosi yang diungkapkan dalam puisi ini sangat mendalam. Acep Zamzam Noor terkadang lupa akan wajah orang yang dirindukannya, ibarat seekor kelelawar yang memilih pohon besar sebagai tempat berlindungnya. Ia pun mengisyaratkan bahwa kerinduan tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidupnya, seiring ia terus mencari makna dalam perpisahan.

    Berbicara tentang kerinduan, menurut Imam Al-Ghazali merupakan seorang filsuf, memiliki pandangan yang mendalam mengenai konsep dan makna rindu. Rindu menurut Al-Ghazali adalah konsekuensi alami dari cinta. Cinta menurutnya merupakan sesuatu yang bersifat naluriah dan tidak dapat dihindari sebagai perasaan mendesak yang tidak bisa ditolak, dan menunjukkan bagian dari fitrah manusia. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa cinta dianggap sebagai sesuatu yang datang tanpa diundang dan merupakan bagian dari sifat dasar manusia.

    Saat seseorang mencintai, perasaan rindu muncul dengan sendirinya. Imam Al-Ghazali menekankan bahwa cinta dan hasrat tidak dapat dipisahkan, keduanya berkaitan erat. Kerinduan terjadi sebagai respon emosional ketika yang dicintai sudah tidak bersama lagi atau berada jauh dari kita. Sehingga hal itu menimbulkan rasa kehilangan dan keinginan untuk bertemu kembali. Sehingga cinta menimbulkan rasa rindu yang dapat berkaitan dengan kehidupan manusia, karena keduanya tidak dapat dipisahkan.

    Puisi karya Acep Zamzam Noor ini juga menggambarkan antara cinta dan kematian sebagai saudara kembar yang menunjukkan bahwa keduanya ada keterkaitan dalam kehidupan manusia. Dalam puisinya Acep menekankan bagaimana cinta datang dalam berbagai bentuk, termasuk cinta yang mendalam. Seringkali disertai dengan kehilangan dan kerinduan yang pada gilirannya mengingatkan kita pada kematian. Oleh karena itu, puisi tersebut tidak hanya menyampaikan perasaan rindu, tetapi juga menggambarkan bagaimana cinta dan kematian berperan penting dalam perjalanan hidup dan pengalaman emosional manusia.

    Dengan demikian, puisi yang berjudul ‘’Aku Merindukan Wajahmu’’ karya Acep Zamzam Noor tidak hanya menyampaikan kerinduan saja, namun juga menggambarkan bagaimana cinta mampu menghubungkan kita dengan alam dan kehidupan secara lebih luas. Melalui penggunaan metafora dan perumpamaan yang kuat, Acep berhasil mengungkapkan kerinduan dan renungan mendalam atas cinta dan kehilangan yang mengingatkan pada kematian.

    Acep Zamzam Noor Penyair Jawa Barat Sastra Indonesia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Orang Beriman Harus Kaya

    Oktober 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Popular

    Masyarakat Cirebon Tolak Geothermal

    Oktober 6, 2026108 Views

    Puisi Sukma Aulia Rohman

    Juni 12, 202664 Views

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 202647 Views

    Adopsi Nilai Film ‘Tepatilah Janji’ untuk Sikapi Polemik Demokrasi

    Juni 14, 202642 Views
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    • Pengiriman Naskah
    • Redaksi
    © 2026 LatarOnline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.