Close Menu
LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Postingan Terbaru

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 2026

    Kumpulan Puisi Hasmi Rosyadi

    Oktober 10, 2026

    Orang Beriman Harus Kaya

    Oktober 10, 2026
    Facebook Instagram YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    • Beranda
    • Berita
    • Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • Artikel
    • Resensi
      • Buku
      • Film
    • Suara Mahasiswa
    • Profil Redaksi
    • Pengiriman Naskah
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Home»Berita»Masyarakat Cirebon Tolak Geothermal
    Berita

    Masyarakat Cirebon Tolak Geothermal

    Latar OnlineBy Latar OnlineOktober 6, 2026Updated:Oktober 6, 202602 Mins Read106 Views
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Oleh Redaksi

    Massa aksi dari Cirebon turut hadir dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Pendopo Bupati Kuningan untuk menolak rencana pembangunan proyek geothermal di Gunung Ciremai pada Senin (05/10/2026).

    Massa aksi Cirebon terdiri dari mahasiswa dan pegiat lingkungan yang tergabung dalam _Front_ Anti _Kekirikkan_ (FAK) turut membawa spanduk bertuliskan “tolak geothermal.”

    Dalam aksi bertajuk “Tolak Geothermal, Lindungi Ciremai.” Massa aksi juga turut melakukan orasi dan mendesak agar pemerintah Kabupaten Kuningan menolak rencana pembangunan geothermal di Gunung Ciremai.

    Aksi yang semula berlangsung kondusif sempat memanas ketika salah satu massa aksi mendapat tindakan represif berupa dorongan dan pemukulan oleh aparat kepolisian.

    Meski sempat terjadi kericuhan, akhirnya massa aksi bisa merangsek masuk ke dalam Pendopo Bupati Kuningan untuk menemui dan menyampaikan aspirasi pada Bupati Kuningan, Dian Ahmad Yanuar, dan jajarannya.

    Koordinator massa aksi dari Cirebon, Fahmi mengatakan bahwa jika proyek geothermal ini berjalan, dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, rusaknya sumber air, dan ancaman kekeringan bukan hanya akan dirasakan oleh masyarakat Kuningan di sekitaran dataran tinggi Gunung Ciremai, melainkan berdampak pada masyarakat Cirebon yang terletak di bawah kaki Gunung Ciremai.

    “Proyek geothermal di Gunung Ciremai membutuhkan 3 sumur yang akan menghabiskan setidaknya 300 juta liter air melalui pengeboran. Andaikan Kuningan kekeringan karena pengeboran itu, apalagi Cirebon yang terletak di hilir Ciremai,” tutur Fahmi.

    Lebih lanjut, Fahmi mengatakan bahwa penolakan terhadap proyek geothermal telah melalui berbagai macam kajian dan riset ekologi mengenai dampak dari geothermal terhadap kerusakan lingkungan.

    “Apapun itu, geothermal kita tolak, kita sudah melakukan berbagai kajian dari jurnal dan riset seputar geothermal.” Ucap Fahmi, Senin (05/10/2026).

    cirebon kuningan lindungi ciremai tolak geothermal
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Merawat Nalar Kritis Gerakan Mahasiswa Lewat Film “Gie”

    Juli 2, 2026

    Adopsi Nilai Film ‘Tepatilah Janji’ untuk Sikapi Polemik Demokrasi

    Juni 14, 2026

    Musyawarah Luar Biasa DEMA ISIF: Upaya Membangun Kedekatan Emosional hingga Menyikapi Situasi Indonesia

    Juni 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Popular

    Masyarakat Cirebon Tolak Geothermal

    Oktober 6, 2026106 Views

    Puisi Sukma Aulia Rohman

    Juni 12, 202664 Views

    Adopsi Nilai Film ‘Tepatilah Janji’ untuk Sikapi Polemik Demokrasi

    Juni 14, 202642 Views

    Musyawarah Luar Biasa DEMA ISIF: Upaya Membangun Kedekatan Emosional hingga Menyikapi Situasi Indonesia

    Juni 12, 202640 Views
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    • Pengiriman Naskah
    • Redaksi
    © 2026 LatarOnline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.