Oleh Muflihah
(Mahasiswa ISIF Cirebon)
Pada tanggal 12 Juni 2025 Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Studi Islam Fahmina (DEMA) mengadakan Musyawarah Luar Biasa di kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Majasem, musyawarah ini dihadiri oleh belasan orang anggota DEMA.
Musyawarah Luar Biasa ini bertujuan untuk menentukan struktur kepengurusan, perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta strategi untuk membangun kedekatan emosional antar anggota. Presiden Mahasiswa DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) ISIF, Sukma Aulia Rohman membuka musyawarah ini dengan menjelaskan perubahan struktur kepengurusan DEMA.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja-kerja DEMA dalam jangka waktu dekat, akan difokuskan untuk menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Ia mengajak semua anggota DEMA harus mempunyai keresahan atas apa yang terjadi di Indonesia, terutama permasalahan dalam bulan Juni, seperti MBG, Revisi Undang-Undang Polri, kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak), turunnya nilai rupiah, hingga persoalan HAM yang tak kunjung menemukan titik terang.
Presma Sukma mengatakan, bahwa DEMA harus menjadi tempat untuk menuangkan keresahan mahasiswa. Ia menyinggung bahwa sebagai mahasiswa kita harus bergerak dan resah pada pemerintahan saat ini.
“Sebagai mahasiswa kita harus punya keresahan terhadap situasi di Indonesia saat ini” ucapnya.
Dalam beberapa minggu kedepan, kerja-kerja DEMA akan difokuskan untuk menyuarakan kebijakan-kebijakan atau mengkritik berbagai polemik tentang Makan Bergizi Gratis (MBG), RUU Polri, korupsi dan lainnya lewat berbagai kajian strategis.
Presma Sukma menutup Musyawarah Luar Biasa ini dengan seruan agar semua anggota DEMA dapat membentuk kekuatan emosional antar anggota, dengan harapan akan terbentuknya pergerakan kolektif yang besifat gotong royong untuk mewujudkan harapan serta realisasi berbagai program kerja DEMA selama satu periode kedepan.

