Ini Cinta atau Jurang?
Aku jatuh terlalu dalam
Kau tahu, kadang aku bertanya pada diriku sendiri
Dosa apa yang membuatku jatuh sedalam ini?
Mengapa wajamu tak pernah lepas dari ingatan?
Aku sadar betul aku hanyalah siluet di pinggir hidupmu,
hanya samar yang tak pernah kau tatap.
Namun anehnya, semakin aku berusaha,
semakin namamu menempel pada setiap denyut nadiku.
Kau bukan sekedar bait puisi yang ingin kutulis,
kau adalah seluruh halaman yang bergetar di tanganku,
setiap huruf menjelma gelombang,
menyeretku lebih jauh ke dasar yang begitu dalam.
Namamu telah lama berdiam di ruang paling sunyi di dalam dadaku,
sebuah ruang yang bahkan aku sendiri pun takut untuk menyingkapi nya.
Aku tak pernah mengundangmu masuk,
kau datang sendiri dan menetap lalu mengakar,
dan jika kebahagiaanmu menuntutku untuk diam
Aku akan diam sekuat mungkin
Jika senyummu hanya mungkin ada disaat aku hancur
Aku rela retak berkali-kali
Percayalah aku tidak keberatan,
sebab bagiku kau adalah definisi dari cukup, meski aku sadar,
aku tak pernah benar-benar menjadi bagian dari kalimat cukup itu.
Dengan Lembut Namamu Hadir dalam Bait-Bait Doaku
Nama itu… ah dia terlalu indah dan istimewa
Namamu hadir di kesunyian malam saat aku berinteraksi dengan tuhanku,
setiap kali aku menceritakan mu kepada Tuhan ku, pernah aku berfikir,
mengapa ia menurunkan rasa yang begitu hebat nya
Mengagumi sosok se-indah dirimu bukan hal yang biasa
Diri ini selalu meminta agar rasa ini selalu terjaga dalam ridho-Nya
Agar senantiasa Allah jaga kesucian cinta ini hingga waktunya tiba
Mengagumimu… bukan hanya ingin mendampingimu kelak,
tetapi aku juga sedang mempersiapkan agar kelak aku pantas,
dan… setara saat bersanding dengan sosok indah itu
Mengagumimu tak butuh dalih dan alasan, ia mengalir dalam hati bagaikan air mata kehidupan
Aku tahu doa tak selalu mengubah takdir, tapi ia selalu menguatkan hati untuk menjalaninya
Dan aku memilihnya
Episode mengagumimu tak akan pernah berakhir sampai nanti saatnya bertemu di dermaga pertemuan
Jika Tuhan Memberiku Tiga Kehidupan, maka Aku akan Menikahimu Dua Kali
Maksudnya? Kamu menikahiku duakali? dalam tiga kehidupan?
Tanya dengan nada pelan…
Aku tersenyum walaupun percakapan ini cuma khayalan paling jujurku…
Ya… aku akan menikahimu sekali di dunia, dengan tangan yang menggenggam restu langit dan bumi
Lalu aku akan menikahimu lagi di akhirat kelak,
di tempat cinta yang tak mengenal kehilangan atau kematian
Namun kau kembali bertanya,
Lalu satu kehidupan lainnya… untuk siapa?
Aku mencoba tersenyum menahan rintik air mata dan menjawab, ya… untukmu juga
Tapi dengan cara yang lebih sunyi… lebih pilu,
Satu kehidupan itu ku persiapkan jika takdir tak merestui kita bersatu
Jika semesta menuliskan kau bukan milikku
Di kehidupan itu, aku akan menjadi penulis yang tak pernah selesai bercerita tentang mu
Aku akan menulismu dalam setiap halaman,
menyulam rindu ku dalam kata,
menitipkan rasaku pada setiap titik dan koma
Aku akan menulismu tentang teduhnya matamu,
Tentang diam yang mampu meredamkan ribut dalam jiwaku
Tentang senyummu yang seolah diciptakan Tuhan
untuk menyembuhkan luka paling purbaku
Aku akan menjadikanmu puisi yang tak lekang
Agar dunia tahu, aku pernah mencintaimu tanpa memiliki
Agar suatu hari.. seseorang jatuh cinta pada sosok dalam tulisanku
Hingga ia ingin menjadi seindah dirimu
Kau seperti hujan yang turun tanpa suara,
tapi menyentuh bumi dengan kelembutan paling jujur
Gerakmu tenang, kata-katamu terjaga,
dan caramu hadir membuatku sadar ada kekuatan besar dalam menjaga

