Close Menu
LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Postingan Terbaru

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 2026

    Kumpulan Puisi Hasmi Rosyadi

    Oktober 10, 2026

    Orang Beriman Harus Kaya

    Oktober 10, 2026
    Facebook Instagram YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    • Beranda
    • Berita
    • Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • Artikel
    • Resensi
      • Buku
      • Film
    • Suara Mahasiswa
    • Profil Redaksi
    • Pengiriman Naskah
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Home»Sastra»Puisi»Kumpulan Puisi Hasmi Rosyadi
    Puisi

    Kumpulan Puisi Hasmi Rosyadi

    Latar OnlineBy Latar OnlineOktober 10, 202603 Mins Read17 Views
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Ini Cinta atau Jurang?

    Aku jatuh terlalu dalam
    Kau tahu, kadang aku bertanya pada diriku sendiri
    Dosa apa yang membuatku jatuh sedalam ini?
    Mengapa wajamu tak pernah lepas dari ingatan?
    Aku sadar betul aku hanyalah siluet di pinggir hidupmu,
    hanya samar yang tak pernah kau tatap.

    Namun anehnya, semakin aku berusaha,
    semakin namamu menempel pada setiap denyut nadiku.
    Kau bukan sekedar bait puisi yang ingin kutulis,
    kau adalah seluruh halaman yang bergetar di tanganku,
    setiap huruf menjelma gelombang,
    menyeretku lebih jauh ke dasar yang begitu dalam.

    Namamu telah lama berdiam di ruang paling sunyi di dalam dadaku,
    sebuah ruang yang bahkan aku sendiri pun takut untuk menyingkapi nya.
    Aku tak pernah mengundangmu masuk,
    kau datang sendiri dan menetap lalu mengakar,
    dan jika kebahagiaanmu menuntutku untuk diam

    Aku akan diam sekuat mungkin
    Jika senyummu hanya mungkin ada disaat aku hancur
    Aku rela retak berkali-kali
    Percayalah aku tidak keberatan,
    sebab bagiku kau adalah definisi dari cukup, meski aku sadar,
    aku tak pernah benar-benar menjadi bagian dari kalimat cukup itu.

    Dengan Lembut Namamu Hadir dalam Bait-Bait Doaku

    Nama itu… ah dia terlalu indah dan istimewa
    Namamu hadir di kesunyian malam saat aku berinteraksi dengan tuhanku,
    setiap kali aku menceritakan mu kepada Tuhan ku, pernah aku berfikir,
    mengapa ia menurunkan rasa yang begitu hebat nya

    Mengagumi sosok se-indah dirimu bukan hal yang biasa
    Diri ini selalu meminta agar rasa ini selalu terjaga dalam ridho-Nya
    Agar senantiasa Allah jaga kesucian cinta ini hingga waktunya tiba

    Mengagumimu… bukan hanya ingin mendampingimu kelak,
    tetapi aku juga sedang mempersiapkan agar kelak aku pantas,
    dan… setara saat bersanding dengan sosok indah itu

    Mengagumimu tak butuh dalih dan alasan, ia mengalir dalam hati bagaikan air mata kehidupan
    Aku tahu doa tak selalu mengubah takdir, tapi ia selalu menguatkan hati untuk menjalaninya
    Dan aku memilihnya

    Episode mengagumimu tak akan pernah berakhir sampai nanti saatnya bertemu di dermaga pertemuan

    Jika Tuhan Memberiku Tiga Kehidupan, maka Aku akan Menikahimu Dua Kali

    Maksudnya? Kamu menikahiku duakali? dalam tiga kehidupan?
    Tanya dengan nada pelan…
    Aku tersenyum walaupun percakapan ini cuma khayalan paling jujurku…
    Ya… aku akan menikahimu sekali di dunia, dengan tangan yang menggenggam restu langit dan bumi

    Lalu aku akan menikahimu lagi di akhirat kelak,
    di tempat cinta yang tak mengenal kehilangan atau kematian
    Namun kau kembali bertanya,
    Lalu satu kehidupan lainnya… untuk siapa?

    Aku mencoba tersenyum menahan rintik air mata dan menjawab, ya… untukmu juga
    Tapi dengan cara yang lebih sunyi… lebih pilu,
    Satu kehidupan itu ku persiapkan jika takdir tak merestui kita bersatu
    Jika semesta menuliskan kau bukan milikku

    Di kehidupan itu, aku akan menjadi penulis yang tak pernah selesai bercerita tentang mu
    Aku akan menulismu dalam setiap halaman,
    menyulam rindu ku dalam kata,
    menitipkan rasaku pada setiap titik dan koma

    Aku akan menulismu tentang teduhnya matamu,
    Tentang diam yang mampu meredamkan ribut dalam jiwaku
    Tentang senyummu yang seolah diciptakan Tuhan
    untuk menyembuhkan luka paling purbaku

    Aku akan menjadikanmu puisi yang tak lekang
    Agar dunia tahu, aku pernah mencintaimu tanpa memiliki
    Agar suatu hari.. seseorang jatuh cinta pada sosok dalam tulisanku
    Hingga ia ingin menjadi seindah dirimu

    Kau seperti hujan yang turun tanpa suara,
    tapi menyentuh bumi dengan kelembutan paling jujur
    Gerakmu tenang, kata-katamu terjaga,
    dan caramu hadir membuatku sadar ada kekuatan besar dalam menjaga

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 2026

    Puisi Sukma Aulia Rohman

    Juni 12, 2026

    Langit Terakhir Pilo

    Juni 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Popular

    Masyarakat Cirebon Tolak Geothermal

    Oktober 6, 2026106 Views

    Puisi Sukma Aulia Rohman

    Juni 12, 202663 Views

    Adopsi Nilai Film ‘Tepatilah Janji’ untuk Sikapi Polemik Demokrasi

    Juni 14, 202642 Views

    Musyawarah Luar Biasa DEMA ISIF: Upaya Membangun Kedekatan Emosional hingga Menyikapi Situasi Indonesia

    Juni 12, 202640 Views
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    • Pengiriman Naskah
    • Redaksi
    © 2026 LatarOnline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.