Close Menu
LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Postingan Terbaru

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 2026

    Kumpulan Puisi Hasmi Rosyadi

    Oktober 10, 2026

    Orang Beriman Harus Kaya

    Oktober 10, 2026
    Facebook Instagram YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    • Beranda
    • Berita
    • Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • Artikel
    • Resensi
      • Buku
      • Film
    • Suara Mahasiswa
    • Profil Redaksi
    • Pengiriman Naskah
    LPM LATAR ISIFLPM LATAR ISIF
    Home»Resensi»Buku»Pengaruh Cinta dalam Buku Senapan Cinta Karya Kurnia Effendi
    Buku

    Pengaruh Cinta dalam Buku Senapan Cinta Karya Kurnia Effendi

    Latar OnlineBy Latar OnlineJuni 12, 2026Updated:Juni 25, 202603 Mins Read18 Views
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Oleh Indah Q. N
    (Mahasiswa ISIF Cirebon)

    “Saya mengenal Kurnia Effendi sebagai seorang romantis, hangat, dan ceria. Cerpen-cerpennya indah, bahkan ketika ia menulis cerita sedih, ngungun atau sedikit absurd, kalimat-kalimatnya puitis. Dan itu menjadi kekuatan Kurnia selain ketelatenannya merajut perasaan yang rumit dengan bahasa yang komunikatif”

    Itulah ungkapan dari Acep Zam-Zam Noor seorang sastrawan senior etnis Sunda usai membaca buku berisi 12 cerpen yang terkumpul bernama Senapan Cinta karya Kurnia Effendi.

    Melalui tanggapan yang telah diungkapkan Acep Zam-Zam Noor, bisa disimpulkan bahwa setiap individu dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kehidupan, belajar tentang pengorbanan, kehilangan, kesetiaan, kerinduan, keikhlasan, penerimaan, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan emosional seseorang dari pengalaman yang pernah dialami.

    Lalu bagaimana tentang pemahaman tentang cinta? Itu yang ingin saya notice dari buku Senapan Cinta ini. Cinta pada dasarnya adalah soal kebebasan. Namun, seberapa banyak dari kita yang benar-benar memahami apa makna kebebasan dalam mencintai?

    Kita sering menganggap bahwa mencintai berarti memberi, dan dalam proses memberi itu, muncul keinginan untuk mengatur. Seperti seorang pelukis yang berharap karyanya memiliki warna yang tepat, bentuk yang sesuai, serta gradasi yang sempurna. Namun, manusia bukanlah kanvas yang dapat diubah sesuka hati, dan cinta bukan sekadar alat bagi seseorang untuk membentuk pasangannya sesuai keinginannya. Di sinilah letak persoalan yang rumit: yang mencintai ingin mencinta dengan caranya sendiri, sementara yang dicintai ingin dicinta dengan caranya pula. Lalu, bagaimana dua hati bisa bertemu dalam satu ikatan tanpa ada yang merasa tersakiti?

    Mungkin jawabannya bukan sekadar kompromi, karena kompromi sering kali hanya sebatas penyesuaian. Sementara cinta bukan hanya tentang menyesuaikan diri, melainkan tentang menerima tanpa kehilangan diri sendiri, memberi tanpa mengharapkan imbalan yang sama persis, membentuk tanpa memaksakan, serta merawat tanpa mengekang.

    Mengutip pada bagian akhir dari salah satu cerpen dalam buku tersebut yang berjudul Laras Panjang Senapan Cinta.

    “Digenggamnya telapak tanganku tanpa suara, aku pun mendadak seperti gagu. Ia berdiri kemudian berjalan sambil menarik tanganku. Tubuhku terseret, mengikuti langkahnya, seperti demikian ringan. Melewati semak perdu, duri, dan akar pepohonan, tanpa rasa pedih. Kemana aku akan dibawa? Aku mencoba mengingat kembali perasaan yang mengangguku, Apakah aku sang pemburu itu? Aku mencoba mengingat sesuatu yang terdengar sejak awal. Dzreppp!”

    Memberi pemahaman bahwa cinta juga memiliki dua sisi yang saling beriringan. Di satu sisi, cinta mampu menghadirkan kebahagiaan, Namun di sisi lain, cinta juga dapat menimbulkan luka, bahkan penderitaan. Seperti peluru yang ditembakkan dari sebuah senapan tepat mengenai bagian tubuh dan berdarah-darah.

    Pengaruh cinta sering kali mengenai sasarannya secara tiba-tiba karena itu seseorang perlu menyikapi kehadiran cinta tidak hanya dengan kesiapan penerimaan saja namun harus dengan kebijaksanaan agar tidak meninggalkan luka yang sulit dihapus, adapun cinta bukan dalam bentuk hubungan romantis antara laki-laki dan perempuan saja namun, semua ikatan emosional yang mendalam terhadap lainnya.

    Cinta Romantis Senapan Cinta
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Berjuang di Langit Belitong: Membaca Keteguhan dan Ironi Hidup

    Juni 29, 2026

    Renungan Eksistensial dalam Solilokui Karya Nana Sastrawan

    Juni 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Popular

    Masyarakat Cirebon Tolak Geothermal

    Oktober 6, 2026108 Views

    Puisi Sukma Aulia Rohman

    Juni 12, 202664 Views

    DEMA ISIF dan HIMASA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Diskusi: Bongkar Kuasa dan Respon Sosial dalam Bencana

    Oktober 24, 202647 Views

    Adopsi Nilai Film ‘Tepatilah Janji’ untuk Sikapi Polemik Demokrasi

    Juni 14, 202642 Views
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook Instagram YouTube
    • Pengiriman Naskah
    • Redaksi
    © 2026 LatarOnline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.